Alamat Asli, AQUA Palsu ...

By: @harimury

Posted 16 Nov 2011, updated 05 Jul 2012

alamat asli aqua palsu

Aqua Palsu. Sekedar selingan, off-topic posting kali ini akan bercerita tentang pengalaman kami membeli Aqua galon yang ternyata produk palsu serta beberapa tips penting untuk menghindarinya. Mudah-mudahan informasi ini berguna. Mohon di-share. Terima kasih.

Aqua Palsu di Pasaran!

Hari Jum'at (10 Nov 2011) yang lalu, kami membeli 4 (empat) Aqua kemasan 5-galon dari sebuah grosir sembako dan BBM yang cukup besar, tidak jauh dari tempat tinggal kami di Yogya.

Kecurigaan timbul ketika kami akan membuka tutup salah satu galon. Biasanya, alur pembuka pada tepi tutup galon itu tidak mudah sobek dan karena itu perlu ditarik kuat-kuat. Tetapi tutup galon pada hari itu sangat istimewa: gampang sekali alurnya dibuka! Setelah dilepaskan dari galon dan diamati lebih teliti bagian dalam tutup, ternyata tutup tersebut cacat: ada bekas terpapar benda panas di sekitar alur pembuka. Karena itu kami segera menelpon customer care Aqua, untuk menanyakan tutup Aqua yang baru sambil melaporkan temuan tadi.

Oleh petugas yang menerima (mereka sebut Aqua Menyapa), kami hanya diberi "jawaban-jawaban standar-normatif", misalnya: bahwa tutup Aqua yang asli terdiri dari dua warna, dibuat dengan teknologi bla bla bla ..., produk yang asli memiliki kode produksi yang dapat dilihat di leher galon, dst dst. (Pokoknya seperti isi websitenya atau ciri-ciri produk asli ....).

Karena tidak puas dengan jawaban itu, kami lalu membuka ketiga tutup galon lainnya, dan ternyata semua sama: alur pembuka gampang disobek dan di bagian dalamnya terdapat bekas terpapar benda panas. Bahkan, pada tutup bagian atas-dalam dari tiga galon tadi sudah kotor (seperti kena tanah berpasir). Penasaran. Kami membeli 1 galon lagi, kali ini dari warung terdekat. Ternyata, alur pembuka di tutupnya sulit disobek, sama dengan yang selama ini kami terima.

Begitu tutup galon dapat dilepas, kami bandingkan tutup baru itu dengan keempat tutup galon yang dibuka sebelumnya. Jelas sekali perbedaannya: empat tutup galon terlihat kotor dan rusak di bagian dalam, sementara satu tutup yang terakhir bersih dan tidak cacat. Makin kuat dugaan bahwa air dalam keempat galon tadi palsu, bahkan bisa jadi hanya air kamar mandi...

Dengan temuan seperti itu, kembali kami menghubungi customer care Aqua, kali ini dengan sedikit memaksa untuk dihubungkan ke kantor perwakilan Aqua di Yogya agar mereka mengirim staf untuk mengecek. Sayangnya, pelayanan pengaduan seperti ini tetap terpusat di Jakarta, dan karena akhir pekan, maka penanganan pengaduan baru diproses minggu berikutnya. Well, welll, well, ... apa boleh bikin???

Akhirnya, pada Senin pagi, 21 November 2011, datang dua staf perusahaan yang mengecek keempat galon tadi. Menurut mereka, keempat galon air itu memang produk palsu. Mereka kemudian membawa keempat-empatnya dan menggantinya dengan Aqua galon yang mereka bawa. Kami juga diminta menyebutkan nama toko tempat kami membeli keempat galon tersebut serta menandatangani semacam lembar bukti kunjungan.

Berdasarkan penjelasan yang saya peroleh dari kedua staf itu, pemalsuan biasanya dilakukan dengan mengisi galon bekas dengan air biasa lalu menutupnya dengan tutup bekas yang direkatkan kembali dengan cara disolder (dipanasi) supaya alurnya kembali atau dilem dengan lem putih atau lem transparan, yang hanya dapat dikenali cacatnya kalau si pelanggan teliti. Tutupnya sendiri agak susah dipalsukan, sehingga modus pemalsuannya justru menggunakan tutup asli bekas.

Cara Praktis Mengetahui Aqua Palsu

Oleh karena itu, rumus lama tetap berlaku bagi kita para konsumen. Teliti sebelum membeli. Berikut ini tips teliti untuk menghindari produk Aqua palsu sekaligus cara praktis membedakan tutup galon produk asli dan tutup galon palsu tanpa harus membukanya (yang dimaksud PALSU yaitu bekas tutup galon asli yang sudah dibuang, tetapi dipergunakan lagi oleh pemalsu produk):

  1. Bagian atas tutup galon produk palsu memiliki cekungan yang lebih dalam dan lebar dibanding tutup galon asli. Ini karena tutup galon palsu itu dipanasi agar alur yang sudah terbuka dapat direkatkan kembali.
  2. Meskipun tidak bisa dilepas utuh dengan cara ditarik ke atas (vertikal), tutup galon Aqua asli tetap dapat diputar-putar dengan cukup leluasa, sedangkan tutup Aqua palsu (karena proses penyusutan akibat dipanasi atau karena proses pengeleman) akan merapat dengan mulut galon, sehingga tidak bisa diputar-putar. Cobalah cek galon Aqua di rumah Anda...
  3. Di tingkat end-user, modus penipuan yang biasanya dipergunakan oleh jaringan pemalsu (oknum-oknum agen rakus yang melayani pengantaran Aqua ke rumah pelanggan) adalah dengan cara menawarkan "bonus servis", yaitu sekalian mengganti galon di dispenser!! Ini jelas trik yang super licik, karena dia sendiri yang akan melepas tutup galon sehingga pelanggan tidak akan pernah tahu bahwa air yang dipasang itu air kran. Karena itu, hati-hati kalau membeli dari agen yang menawarkan servis tambahan selain mengantar Aqua sampai di rumah (Bisa-bisa dia juga sekaligus mengantarkan kita ke rumah sakit !). Usahakan Anda sendiri yang melepas tutupnya.
  4. Untuk jaminan keaslian produk, disarankan membeli Aqua dari toko-toko yang dipasok sendiri secara langsung oleh Aqua (tidak usah disebutkan di sini, bisa ditanyakan sendiri ke Aqua). Atau, belilah dengan cara datang sendiri ke toko (bukan minta diantar), sehingga kita bisa memutar-mutar tutup galon untuk memastikan. Kalau mau super aman, maka merebus sendiri air dari sumur kita adalah cara terbaik (selama air sumurnya layak minum).

Catatan: Khusus untuk point terakhir itu, di sini kita melihat kegagalan negara dalam menyediakan fasilitas yang layak (dlm hal ini air siap-minum) bagi warga negaranya. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan minum (apalagi untuk keluarga besar atau kantor dengan banyak pegawai), kita harus bergantung pada perusahaan air minum (swasta), yang sebenarnya mengkhianati visi para pendiri bangsa. Bukankan "Bumi, air , dan segala yang terkandung di dalamnya dikuasai Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat"? No comment, ahh...

Demikian posting selingan tentang Aqua palsu ini, mudah-mudahan kita bisa mengindarinya.

Keep informed, tetap kritis, dan jangan tertipu alamat palsu.. Hehe... ***)


UPDATE (18 Nov 2011):
Di tingkat distributor, pemalsuan dapat dilakukan secara sistematis oleh beberapa orang (seperti kasus yang satu ini), dapat juga dilakukan secara sporadis oleh sopir atau kru pengangkut. Menurut seorang informan, ketika memasok sekitar 10 galon ke sebuah toko/pengecer, kru pengangkut akan menyertakan 1 sampai 2 galon produk palsu, sedangkan ketika memasok 50 galon ke grosir yang cukup besar, kru akan menyertakan sekitar 10 galon produk palsu. Hmmmm.... pantas, kami beli 4 galon dan empat-empatnya palsu!!!!

ADDENDUM (30 Jan 2012):
Kami juga telah menerima hasil uji kimiawi maupun fisis dari air kemasan yang kami keluhkan. Terima kasih kepada AQUA yang telah menanggapi semua keluhan kami.


Komentar


  1. Wwn, 17 Nov 2011:

    Waaa......ternyata suka Ayu tingting jg ya... Ayu Tingting-nya asli atau Aqua Tingting tuh...:)::Keep forest green n peace hence water come true...!

  2. Rahmat, 11 Jan 2012:

    Tip Penting Ting, Tipe Ting Ting, Tip Ting Penting ta' iye.

  3. Anteng amanulloh, 07 Feb 2012:

    Jiah...ngeri pisan..padahal anaku isih balita yo ngombeni aqua terus.. Tolong aqua bekasi cek dong,karena ada yg jual tutup aqua asli

  4. harimur, 09 Feb 2012:

    @Anteng amanulloh: Untuk mengurangi pemalsuan, ada yang pernah menghimbau untuk menghancurkan atau minimal merusak bekas tutup dan kemasan air minum kemasan bukan-galon.

    Saya minggu kemaren dapat informasi, pernah ada sindikat pemalsu AMDK (air minum dalam kemasan) yang terbongkar, dengan produksi harian sekitar 600 galon/hari. Bayangkan berapa omzet tiap bulannya untuk jual air sumur dengan harga AMDK! Tapi mereka juga cuma seminggu "nginep" kantor aparat, setelah itu dilepas (dan mungkin berproduksi lagi!). Money talks!

    Terakhir, dari informasi kenalan yang kerja di Aqua, menurut dia ada ketimpangan yang sangat jauh antara jumlah galon yang mereka miliki dengan jumlah galon yang kembali ke pabrik. Ini pertanda apa...? Galonnya tidak perlu ke pabrik Aqua untuk diisi lagi... Hehe...

  5. Syefrinal Nawi Yusu, 21 Jul 2012:

    Saya telah membeli air Aqua Galon di Indomaret kedaung pada tgl 19 Juli 2012
    Setelah saya minum terasa berat air nya dan saya coba test tds yang saya dapat
    adalah 263 tds
    Sedangkan aqua sendiri mengeluarkan standar air layak minum 31 sampai 81 tds nya
    saya mohon info ini bisa ada yang memberi solusi apakah kita di bohongi oleh orang yang tidak bertanggung jawab
    dengan memalsukan air aqua yang tidak asli
    dan saya coba confirmasi melalui info pengaduan lewat no 08071588888 seorang operator mejawab air yang layak diminum standar 0 sampai 500 tds nya
    Bagi saya itu tidak menjadikan soal
    Yang saya ingin tau range standar bair aqua yang di keluarkan oleh produk aqua tsb
    Saya pernah cros check sebelumnya saya dapati untuk produk air minum Vit,Amin air minum tsb saya test di sekitaran tds nya 80 sampai 85 TDS
    dan sebelumnya saya membeli air aqua saya ukur tds tsb 80 sampai 85
    ini ada bahan info untuk kita semua marilah berikan kebenaran air yang saya beli
    jangan sampai kita di tipu oleh orang yang ingin mencari keuntungan sesaat saja
    dan kita di rugikan sehingga merusak kesehatan kita
    wassalam
    Demi kebaikan kita bersama

  6. Jambi Man, 15 Apr 2013:

    Terima kasih untuk sharing artikel ini. Pengalaman saya beli AQUA memang rasanya seringkali tidak sama. Kalau yang asli pasti seger dan biasanya saya suka nambah tapi kalau yang palsu rasanya sangat tidak enak... rada asam, pahit, dan nggak enak di tenggorokan. Akhir-akhir ini saya curiga dan search di internet... nemu deh artikel ini. Sekali lagi thanks ya?


Ingin berkomentar?

Form komentar hanya disedikan di posting terbaru. Bila Anda ingin menyampaikan pertanyaan atau komentar, silakan gunakan contact form atau email.


Artikel Terbaru

Puisi pendidikan anak usia dini yang paling fenomenal adalah “Children Learn What They Live” yang ditulis Dorothy Law Nolte (terj. Indonesia oleh Jalaluddin Rakhmat).

If children live with criticism, they learn to condemn. ...
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki. ...

Baca selengkapnya»


Artikel Lainnya